Rabu, 29 Januari 2014

Percayalah !!




ini tentang hatiku, keluhan penat malam ini, sesakku malam ini…

saat hatiku tlah kau miliki, saat itulah aku sudah menjadi bagian dari hari-harimu, menjadi bagian sulit dan senangnya dirimu, namun entah mengapa terkadang masih saja ada rasa keraguan yang engkau tunjukan lewat hal-hal kecil yang membuatku tak nyaman, membuatku merasa seperti dihantui kebingungan, aku ini aku yang apa adanya aku tak sedikitpun berbohong tentang rasa, tentang hati yang sungguh-sungguh sudah aku serahkan seutuhnya hanya padamu.
aku bukan dia atau mereka yang mampu mempermainkan hati sendri hanya demi kepuasan sesaat, aku adalah aku yang membutuhkan kebahagiaan seutuhnya kebahagiaan yang tulus bukan main-main maka dari itu aku tak mungkin main-main dengan semua ini.

sesungguhnya aku adalah tipe orang yang mudah merasa lelah, merasa kecewa, merasa jenuh, merasa putus asa, tapi kadang aku trus brusaha kuat, berusaha mampu berkata “aku baik-baik saja, aku mampu, dan aku sabar” aku sama… aku manusia yang rentan dengan rasa sakit.
tapi aku yakin saat Allah menciptakan aku dengan segala kekuranganku ini, aku punya hal yang mampu aku tunjukkan pada semua aku tak mudah dihina dan disakiti.
aku percaya saat banyak orang meragukanku pasti ada yang akan menerimaku dan mempercayaiku.

aku wanita biasa yang penuh kekurangan dan keterbatasan, tapi aku punya ketulusan yang senantiasa aku jaga dan aku pertahankan, aku tak suka disakiti maka aku juga tak mau menyakiti, aku hanya butuh ketulusan dan kesungguhan bukan materi yang berlebih atau segala kesempurnaan. Diterima, dikasihi, disayangi, dimengerti, dijaga, diPERCAYAI tidak selalu dicurigai.

aku ingin menjadi udara yang terus kau butuhkan
dan memberimu kehidupan.
aku ingin menjadi air yang senantiasa menyejukanmu dari dahaga
aku ingin menjedi detak jantungmu yang selalu mengalirkan darah kesegala pembulu arteri
dan aku ingin menjadi senyummu yang membawa kamu pada kondisi ternyaman dalam hidupmu.

sekalipun laba-laba tlah membangun sarang dalam hatimu, sesungguhnya aku tak ingin keluar atau biarlah didalamnya aku disekap !! dengan nafas yang terengah-engah, teriring isak yang tersandung-sandung di tenggorokan, mungkin ini garis terberat aku mencintaimu. Ada baiknya aku memohon ampun mengakui kelemahan, menjunjung tinggi belas kasihan dan tak lupa berterimakasih. Sayang aku tak ingin sekedar ada, tetapi siap dan selalu bisa untukmu. Bila lengah melihat atau lelah pundak memikul, ketahuilah langkahku tetaplah engkau. Bagiku wajah yang dipukul telak masih lebih ringan dari pada tidak dipeluk kamu disaat-saat seperti ini. Karena tidak dicintaimu adalah hal yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya dan takkn pernah aku bayangkan juga tak mau aku bayangkan, yang membuatku merasa asing di antara segala hati yang membuka pintunya. Di dalam tubuhku, di dalam hidupku, kaulah darahku, alasan degub jantungku !! kini aku merasa bahwa hatimu telah menelanku hidup-hidup. Apakah aku melantur?? Tidak. Aku hanya takut menjadi bangkai di dalam hatimu, itu saja.



Senin, 13 Januari 2014

Semua Baru Dimulai. . .

Dengan lengan yang begitu lekat dan hanngat, sampai aku tak mampu mengungkapkan sepatah katapun dari bibirku, hanya detak jantungku yang mampu mempu mengungkapkan segala kenyamanan yang dia berikan. Ia…ini cara melepas rindu tanpa perlu mengungkapkan dengan kata-kata.


semua tentang kita berawal biasa saja tidak ada cinta pada pandangan pertama atau kekaguman yang berlebihan pada awal perkenalan dan perjumpaan, semua berjalan biasa saja sewajarnya kita berteman.
entah mengapa semua berjalan dengan sendirinya, kerumitan mulai datang seiring rasa yang mulai tumbuh dihati, dan kerumitan itu entah mengapa melebar sampai mengena pada persahabatanku dengan temanku, disini Allah menunjukan mana yang sahabat baik mana yang hanya sekedar teman sok baik.
(Ketika kawan tak lagi dapat dijadikan pegangan hanya Tuhanlah yang mampu kita jadikan pegangan, Saat aral menjadi penghalang dalam kehidupan maka jadikanlah aral itu sebagai bagian dari tantangan yang harus diselesaikan
)

saat ini aku harus memilih, seseorang yang insyaallah aku harapkan menjadi imam dan pendamping hidup, atau sekedar teman yang sok jadi sahabat baik, yang mudah melupakan kebaikan selama bersahabat hanya karna sedikit kesalahan yang baru terjadi, kecewa dan menyeskkan dada saat melihat kenyataan bahwa sosok sahabat yang sedianya sudah dianggap  menjadi bagian dari kluarga selama beberapa tahun, harus begitu saja menilai kita buruk sebab kesalahan kita terhadap dia yang baru diperbuat, tapi inilah hidup…
tak selamanya hidup itu indah dan mudah, ada saatnya kita dihadapkan dalam sebuah pilihan, dan kita harus berani memilih dengan segala resiko yang ada. Sekarang aku tlah memilih dia yang aku niatkan untuk mendampingi dan membimbingku untuk menjadi wanita yang baik, aku berharap Allah senantiasa menjaga hati kami agar kami istiqomah dah segera menuju ke arah yang lebih resmi.

Hari demi hari aku dan kamu menjalani semua dengan baik, aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk kita. Berusaha untuk menjadi wanita yang lebih baik mengikuti bimbinganmu, sebab saat kita menjadi manusia yang terus brusaha lebih baik, itu tandanya kita trus berusaha menyadari kesalahan-kesaahan kita juga terus menjaga kedekatan dengan sang pencipta.
banyak masalah yang terasa berat saat kita hanya mau mengeluh tanpa mau brusaha memperbaiki semuanya, dan hanya menyalahkan Allah atas cobaan yang ada bukannya memohon pertolongan terhadapNya.
dan segala kesakitan juga kesuliatan dalam menjalani hubungan antara aku dan kekasihku semua baru dimulai, semua baru permulaan maka saat aku merasa sakit, bukan mengeluh yang seharusnya aku lakukan tapi introspeksi dan terus membenahi diri. Agar semua lebih baik.

Ya Allah semoga dilancarkan hubungan kami..
semoga dijaga hati kami satu sama lain..
dimudahkan jalan kami menuju Indahnya hubungn yang Halal..
semua baru dimulai dan baru permulaan, semoga kita mampu melewati segala cobaan yang Engkau berikan, cobaan yang takkan melebihi kemampuan kami.
niat baik kami adalah beribadah..
semoga senantiasa Engkau ijabah niat baik kami ya Allah Aamiin Ya Rabb..

kasih tataplah kesungguhanku dalam menjaga semua yang telah kita bangun bersama.
semua yang kita mulai dari segala kerumitan yang ada.
jangan pernah mudah merasa jera dengan cobaan yang ada.
yakinlah segala kesulitan, permasalahan, kesakitan yang kita alami dalam hubungan ini adalah cara Allah mempererat kamu dan aku dalam kita.
Kita adalah kamu dan aku yang sepakat melewati kerumitan bersama, lalu kita sampai pada tujuan yang lebih dari ini.
tujuan hidup agar halal dimata sang Pencipta.
dan juga ingin menunjukan pada mereka yang memandang hubungan kita sebelah mata.
menunjukan kita ini bukan hanya kita yang biasa, tapi kita yang memiliki tujuan hidup lebih dari cemoohan mereka…