Senin, 10 Juni 2013

Kasta ,,,




kali ini aku merasakan dengan jelas apa itu KASTA atau pengkotak-kotakan sebuah setatus sosial, sekat-sekat dalam kehidupan manusia, yang sesungguhnya mereka sama di mata sang pencipta, hal ini membuat sesama manusia kurang mempunyai kepedulian terhadap sesamanya, mereka merasa mereka yang kaya adalah hebat dan paling bisa melakukan apa saja yang mereka mau tanpa mempeduliakn sesamanya yang mungkin jeuh lebih rendah setatus sosialnya, padahal seharusnya kita saling membantu bukannya merendahkan, menghina banhkan memperlakukan orang miskin seenak mereka.
“kaya adalah titipan sang pencipta” itu adalah hal yang tak pernah di sadari manusia-manusia sombong yang di butakan oleh harta, hati mereka seakan mati, tak sedikit pun iba.

ada asebuah hal yang mengusik pagiku hari ini…
hari ini senin, hari dimana di mulainya aktifitas hampir semua lapisan masarakat berkegiatan pastinya,,,
dan aku sendiripun akan berangkat untuk mengajar, pagi ini aku bersama ayahku yang juga akan berangkat bekerja, ayahki mampir di sebuah supermaket karena ada yang akan dia beli dan aku menunggu di luar, saat aku berdiri di depan aku melihat ada kakek tua dan renta berjalan dengan membawa sebuah karung terlihat jelas ia berjalan dengan segenap tenaga yang ia punya dan dengan muka yang pucat, ia menghampiri tong sampah yang ada di depan supermaket iya membuaka, mengoreh-ngoreh tempat sampah itu dengan teliti mencari botol bekas dan barang bekas yang mungkin masih bisa ia ambil, hatiku miris seakan dadaku mulai sesak dan mataku mulai berkaca-kaca, di sisi lain ada sebuah mobil yang parkir di depan supermaket dan di dalamnya ada dua anak muda, mereka mau memesan makan, ia… di depan supermaket itu ada penjual bubur juga, dan tiba-tiba tanpa di sangka sang pemuda itu melempar botol kosong kearah tempat sampah yang sedang di koreh oleh kakek tua tadi, seketika kakek itu terkaget dan tong sampah pun terjatuh, seketika itu juga aku reflek menghampiri sang kakek dan menanyakan apakah dia baik-baik saja, jujur emosiku saat itu agak tinggi aku memandang sang pemuda tadi dengan sinis, sang pemuda malah menyalahkan kakek tua tadi kenapa kekek harus ada di depan tong sampah padahal itu kan tempat sampah tempat yang kotor, entah apa yang ada di otak pemuda itu apa dia tidak tau atau memang bodoh, jelas-jelas kakek tadi sedang mencari barang bekas dan botol-botol bekas untuk dia jual lagi ke pengepul rongsok harusnya dia tau dan paham hal seperti itu, aku tau pemuda itu sengaja melakukan hal tadi, namun aku berusaha menahan amarahku dan aku pun hanya bisa istiqfar dalam hati, aku papah sang kakek dan bertanya kembali apa dia baik-baik saja dan sang kakek menjawab ia, sangkakek ingin beranjak pergi dan aku hanya bisa memberikan sedikit dari apa yang aku punya saat itu.
pagi itu adalah hari yang aku yakini sebagai hari dimana Allah sedang menunjukan seperti apa hidup sebenarnya, dan Allah juga memberitahukan padaku makna bersukur dan sabar yang sesungguhnya, karena betapa harus bersukurnya aku atas apa yang aku punya dan miliki saat ini sebab masih banyak di luaran sana orang-orang yang lebih susah dan tak memiliki apa yang aku miliki sekarang, dan saat aku tak bisa bersabar pada kejadian itu maka pastinya akan mengakibatkan keributan antara aku dang sang pemuda yang tidak sopan tadi.

Tuhan… trimakasih atas apa yang kau tunjukan hari ini
kami hanyalah mahluk ciptaanmu
kami tanpamu bukanlah apa-apa
kami seharusnya selalu ingat siapa kami sesungguhnya
kami tidak seharusnya menyombongkan apa yang kami punya
kare semua itu adalah milikmu
karena kapanpun engkau mau engkau bisa saja mengambilnya
dan seharusnya kami sadar
jika hidup ini hanyalah sementara
maka bersikap baiklah antar sesama
maka jagalah sikapmu pada sesama
karena semua adalah ciptaanya yang di perintahkan untuk saling menjaga, mengasihi dan melindungi
agar hidupmu bermanfaat dan damai bagi semua…


pemalang, 11 juni 2013
pukul : 00 :50

Rabu, 05 Juni 2013

SENJA…




SENJA…

langit mulai memerah kecoklatan
tak sebiru dan secerah tadi
awan bergerak bergeser karena hembus angin
matahari… ia matahari mulai turun
terlihat seperti tenggelam kedalam bumi…
tapi sebenarnya ia turun kembali kepernaungannya
burung-burung mulai beterbangan
mereka bergerombol bersama-sama
menuju tempat dimana mereka akan mencari perlindungan
dari dinginnya angin malam
ia… ini adalah senja, hari menjelang malam
bergantinya terang menjadi gelap dan senyap

pandanganku lepas tertuju pada sang senja
indah… sungguh indah pemandangan di depan plupuk mataku ini, namun keindahan senja itu singgkat
sesingkat kebersamaanku dengan sang pangeran bersayap
namun keindahan senja dapat di ulang setiap harinya walau hanya sekejap, berbeda dengan keindahan yang aku rasakan dengan sang pangeran mungkin takkan bisa terulang
yang terus aku rasa kini adalah gelap dan senyap di sekap kenanganku dengannya




Pemalang, 11 juli 2013 ( 23:46)


Tentangmu Belum Juga Usai…



kurasakan hembus angin malam
desirnya menggoyahkan dedaunan
dingin mememang yang aku rasakan
namun aku masih enggan beranjak
aku merasa ada ketenangan di sini…

ia… malam ini aku masih saja mengingatmu
mengingat jelas senyummu, peluk itu dan kecup manis bibirmu
teringat jelas juga suasana dimana kita berdua
saat pertama berjumpa hingga suasana saat terakhir kali kita berjumpa, tak sedikitpun terlupa tentangmu walau kebersamaan kita cukup singkat namun sangat membekas, mungkin apa yang terjadilah yang membuat dirimu sulit hilang dari benakku.
mungkin kau bisa dengan mudah melupakanku dan kebersamaan kita tapi tidak denganku, kenangan ini akan ada selamanya dalam diriku dan hidupku tak pernah aku sesali perpisahan kita ataupun perjumpaan kita tetap aku syukuri sebab inilah perjalanan hidup yang sudah di gariskan oleh sang pencipta, aku anggap kau sebagai bagian isi diary hidupku, kau sebuah kejadian yang mewarnai perjalanan hidupku.
sedikit pun takkan aku benci dirimu karena kau hadir dan pergi juga karena kehendakNYA, kau selalu bilang jika kau tidak baik dan aku terlalu baik untukmu, jujur hal itu tak pernah bisa aku terima karena aku yakin kau bisa menjadi baik bahkan jauh lebih baik saat kau mau usaha aku mau terus ada untukmu membantumu unuk bisa lebih baik, namun harapanku seakan hanya harapan entah apa yang ada di pikiran dan hatimu kau terus mempertahankan alasanmu “Kamu terlalu baik untukku De, kamu belum siap jadi pendampingku” dan setelah itu lah kita benar-benar harus menyudahi semuanya. Bagimu setelah itu semua telah usai tapi ternyata aku tak bisa juga mengusaikan bayangan tentangmu dan tentang kita, hanya keyakinan dalam hati yang menguatkanku kalau aku yakin semua akan baik-baik saja walau semua belum mampu aku lupakan, semua butuh proses dan waktu apa lagi soal hati, tetap semangat
J

Hadirmu saat itu seperti hujan di tengan kemarau panjang
hadirmu menyejukkan jiwa dan menenangkan kalbu
kau juga seperti pelangi yang membuatku tersenyum
tersenyum setiap kali mendapat pesan darimu
kau seperti sebuah kejutan yang selalu membuat degub jantungku berdegub tak biasa malah luarbiasa yang aku rasa
kau juga seperti sebilah pisau yang tiba-tiba menghujam jantungku
membuat luka dengan tiba-tiba saat luka lamaku baru sembuh
kau seperti pemburu yg dengan manis mendekatiku dengan harapan indah namun sesudahnya kau melukai bahkan membunuhku
datangmu singkan namun cukup membuat aku BERKESAN akan apa yang kau lakukan padaku Trimakasih Pangeran Bersayap (RWPS) !!

Selasa, 04 Juni 2013

Ternyata belum move on…


cinta itu semua orang pasti merasakannya,,,
dan sakit hati menjadi pelengkapnya,,,
seperti saat hujan pasti di sertai petir,,,

entah apa yang ada di benakku, saat aku sedang on TL pasti stalking menjadi sebuah kewajiban
padahal seharusnya jangan, karenan itu membuat aku sulit melupakanmu…

bukan hanya saat itu, tapi yang aku rasa kau sering hadir setiap saat dimana pun dan kapan pun aku berada, kadang kau hadir saat aku berjalan dan tiba-tiba wajahmu muncul di benakku, saat aku duduk sendiri tiba-tiba aku membayangkan saat kita sedang bersama, saat aku tak sengaja melihat pasangan kekasih aku juga menghayal andai kita bisa begitu, aahhhkkk menjijikan sebenarnya padahal kita tak lama menjalani itu bersama tapi mengapa rasanya sedalam ini padahal harusnya aku mudah sekali melupakanmu, karna mungkin kau pun sudah melupakan semua sejak awal perpisahan. sehebat apa kau sampai aku merasa demikian?? Atau mungkin aku saja yang terlalu berharap lebih sehingga menjadikan diriku begini…??  Aahhhkkk lelah rasanya Tuhan saat hati terus mengharapkan hal yang tak pasti.

seperti debu yang tertiup angin entah kemana tak tentu arah
pastinya lelah ingin berhenti dan menetap di satu tempat namun tak mungkin
debu itu akan terus di ombang ambing oleh hembus angin
sampai ia benar-benar mendapatkan tempat untuk menempel

aku berdiri di sini, melihat hamparan ilalang
hamparan rumput ilalang yang mulai menguning dan kering
desir angin menyapa dengan berhembus membelai rambutku
angin sejatinya adalah teman setia sang ilalang
ia selalu setia membelai sang ilalang dari panasnya terik matahari
angin dan ilalang terlihat sangat serasi
setiap saat mereka trlihat seperti berdansa dalam kedamaian
menikmati indah alam milik sang pencipta

Untuk Diri


Wahai Jiwa…
Tenanglah dalam lara,
Percayalah bahwa janji_Nya adalah nyata.
Jangan pernah ragu dengan kehendak_Nya..
DIA lebih tau mana yang terbaik untuk para
hamba2_Nya.

Wahai Raga…
Tetaplah istiqomah dalam asa.
Cinta yang suci sedang menguji keimanan kita,
Seberapa sabar kita dalam menunggu…
Seberapa kuat kita saat tertatih…
dan seberapa tegar kita disaat rapuh…

Segala uji dan coba_Nya tak pernah ada yang sia2.
Dibalik itu semua pasti ada hikmah dan barokahnya.
Bersabarlah untuk suatu Keindahan....

Kebahagiaan itu pasti kan datang untukmu,
Disaat yang Indah di waktu yang tepat…Aamiin..