Mungkin ini keputusan yang salah…
saat kau memintaku untuk memberi kesempatan padamu.
kesempatan untuk mengisi sela jemari dan ruang kosong di hatiku.
saat itu juga kau begitu meyakinkanku, kau akan menjaga dengan baik kesempatan yang aku beri.
usahamu meyakinkanku tak hanya sekali, tapi beberapa kali.
dan akirnya aku pun mulai luluh.
aku mulai berani mengambil keputusan.
keputusan untuk mengisi kekosongan hatiku.
aku kira semua akan lebih baik dari saat aku sendiri, namun aku salah.
yang aku rasakan jauh berbeda saat awal ia mendekat.
mungkin aku yang gegabah, tak memikirkan semuanya dua kali.
jalan yang aku tempuh ternyata sama bahkan lebih buruk.
gelap, sepi, sunyi, sendiri ya.. . harusnya saat aku bersamanya tak ada lagi rasa itu tapi aku salah.
namun aku masih bertahan.
bertahan dalam keadaan sesak didada, karena harus menerima kenyataan bahwa tak seindah yang aku kira.
aku merasakan sepi
sedikit pun takada yang berbeda dari saat aku sendri.
apa aku harus marah agar kau tau aku kecewa
apa aku harus protes akan sikap dinginmu
jika tidak suka mengapa menggapaiku
jika suka mengapa aku di acuhkan
adakah yang salah dari keadaanku?
hingga kau seakan tak peduli padaku?
ya.. mungkin aku yang kurang paham akan dirimu.
aku kurang tau seperti apa dirimu.
mungkin inilah kamu
dan aku. . . bisa apa??
aku hanya bisa menjalani semua tanpa protes atas kekecewaan yang aku rasa.
semua akan indah pada waktunya.
aku yakin semua kesakitan dalam hatiku membuat aku makin dewasa.
saat kau memintaku untuk memberi kesempatan padamu.
kesempatan untuk mengisi sela jemari dan ruang kosong di hatiku.
saat itu juga kau begitu meyakinkanku, kau akan menjaga dengan baik kesempatan yang aku beri.
usahamu meyakinkanku tak hanya sekali, tapi beberapa kali.
dan akirnya aku pun mulai luluh.
aku mulai berani mengambil keputusan.
keputusan untuk mengisi kekosongan hatiku.
aku kira semua akan lebih baik dari saat aku sendiri, namun aku salah.
yang aku rasakan jauh berbeda saat awal ia mendekat.
mungkin aku yang gegabah, tak memikirkan semuanya dua kali.
jalan yang aku tempuh ternyata sama bahkan lebih buruk.
gelap, sepi, sunyi, sendiri ya.. . harusnya saat aku bersamanya tak ada lagi rasa itu tapi aku salah.
namun aku masih bertahan.
bertahan dalam keadaan sesak didada, karena harus menerima kenyataan bahwa tak seindah yang aku kira.
aku merasakan sepi
sedikit pun takada yang berbeda dari saat aku sendri.
apa aku harus marah agar kau tau aku kecewa
apa aku harus protes akan sikap dinginmu
jika tidak suka mengapa menggapaiku
jika suka mengapa aku di acuhkan
adakah yang salah dari keadaanku?
hingga kau seakan tak peduli padaku?
ya.. mungkin aku yang kurang paham akan dirimu.
aku kurang tau seperti apa dirimu.
mungkin inilah kamu
dan aku. . . bisa apa??
aku hanya bisa menjalani semua tanpa protes atas kekecewaan yang aku rasa.
semua akan indah pada waktunya.
aku yakin semua kesakitan dalam hatiku membuat aku makin dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar